Cinta Itu Hanya Halusinasi
Opini
Penulis
Naufal Nazhir
Dipublikasikan
20 Agustus 2026

Cinta sering kali diagungkan sebagai perasaan paling murni, padahal bisa jadi ia hanyalah bentuk halusinasi kolektif yang diciptakan oleh otak manusia. Kita menaruh harapan, memproyeksikan kesempurnaan, dan melukis gambaran ideal tentang seseorang yang sebenarnya tidak pernah ada. Kita tidak benar-benar jatuh cinta pada sosok di hadapan kita, melainkan pada ilusi dan fantasi yang kita ciptakan sendiri di dalam kepala.
Ketika tirai ilusi itu perlahan terkuak, barulah kenyataan memaksa kita untuk sadar. Menganggap cinta sebagai halusinasi bukanlah bentuk keputusasaan, melainkan sebuah penerimaan logis bahwa rasa kagum sering kali menipu logika. Pada akhirnya, kita semua hanyalah pemimpi yang rela terjebak dalam bayang-bayang semu, menikmati manisnya kejutan rasa yang sejatinya rakitan pikiran belaka.
Artikel selanjutnya
View